Smaller Default Larger

Jokowi Sudah Umumkan Kabinet, Saatnya Beli Saham

Senin, 27/10/2014 11:43 WIB

http://finance.detik.com/read/2014/10/27/114358/2730531/6/jokowi-sudah-umumkan-kabinet-saatnya-beli-saham?f9911023

Jakarta -Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan jajaran menteri di Kabinet Kerja. Sekarang saatnya untuk berburu saham.

Analis Mandiri Sekuritas John Rachmat mengatakan, secara umum pilihan menteri di Kabinet Kerja sudah solid dan efektif. Sebelumnya, Mandiri Sekuritas punya dua harapan dari formasi kabinet, yaitu akan menempatkan orang yang cakap di posisi kementerian, dan dapat mengakomodasi elemen dari oposisi Koalisi Merah Putih (KMP) untuk menyeberang kubu.

"Kami memang sudah tidak lagi berharap pada opsi kedua, karena pemilihan pimpinan DPR dan MPR menunjukkan solidnya KMP, hingga saat ini. Oleh karena itu kami menilai kabinet ini bersandar pada pemilihan pemimpin yang sangat mumpuni dan dengan integritas yang tinggi," ujarnya dalam riset Mandiri Sekuritas, Senin (27/10/2014).

Ia meyakini Jokowi sudah melakukan hal yang sangat baik. Ia secara khusus sudah puas dengan pemilihan Ignatius Jonan sebagai Menteri Transportasi dan Rudiantara sebagai Menteri Informasi dan Teknologi.

Keduanya dinilai memiliki rekam jejak manajerial yang terpuji, dan memiliki reputasi integritas yang tinggi. Beberapa kritik terhadap pemilihan Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian dan Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan menjadi 'lack the wow factor”'

"Namun, menurut kami hal itu bukan hambatan terhadap pemerintahan yang efektif," ujarnya.

Menurutnya, Bambang adalah ahli dalam anggaran negara, dan tugas besar selanjutnya untuk Jokowi adalah RAPBN 2015. Sementara Sofyan telah memperkenalkan praktik market-friendly dalam masa tugasnya sebagai Menteri BUMN.

Ia mengatakan, pemilihan Sudirman Said sempat dipertanyakan pelaku pasar. Namun hal ini langsung terbantahkan, karena Sudirman Said merupakan salah satu pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia, yang dikenal fokus pada corporate governance.

Menurutnya, masa tugas Sudirman Said sebagai sekretaris perusahaan di Pertamina, dia mendorong ketidaksetujuan tentang praktik tidak terpuji, meskipun akhirnya dia kalah. Dengan posisinya pada Pindad (manufaktur senjata TNI) juga sudah efektif melakukan reformasi institusinya.

"Kami meyakini Sudirman Said adalah pilihan ideal untuk untuk mereformasi sektor migas Indonesia," katanya.

Meski demikian, masih ada beberapa risiko yang bisa muncul, seperti isu subsidi BBM dan faktor global (perlambatan ekonomi, ebola, dan pemilu AS dalam jangka waktu menengah).

"Tapi kami meyakini kemungkinan yang seimbang menjadi pendorong hasil positif terhadap risiko tersebut, dan karena itu kami meyakini IHSG akan masuk ke fase bullish baru. Kami masih menetapkan prediksi IHSG 5.550 untuk akhir tahun," katanya.

Galeri Foto TUK CIMBA Medan