Pendaftaran

     Surat Permohonan Pendaftaran. 

    CHECK IT OUT

    Formulir Peserta

     

    Form Pendaftaran.check it out

    Pernyataan Kesediaan

     

    Surat Pernyataan Kesediaancheck it out

    Persetujuan

    Hasil Verifikasi Dan Validasi

    (Tim AAPIP)

    Smaller Default Larger

    Indentitas

    Makna logo AAPIP:

    1. Kata “CIMBA” untuk menyebut istilah dalam Bahasa Inggris “Certified Investment Market and Banking 
      Analyst” 
      dengan huruf kokoh bercetak miring, digunakan untuk menegaskan kekokohan dan berkepribadian Sertifikasi Analis Profesional ini.
    2. Kata ”Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan” yang berada di antara dua garis tegas menjelaskan bahwa logo di atas merupakan milik AAPIP.
    3. Penggunaan simbol R dalam lingkaran kecil disamping kata CIMBA “®” menjelaskan bahwa produk jasa Asosiasi sudah memperoleh registrasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    4. Warna hitam pada tulisan ”Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan” dan kata CIMBA selain huruf “M” melambangkan kejelasan, ketegasan dan wibawa Asosiasi untuk mewadahi tiga bidang ilmu keuangan bagi setiap pemilik Sertifikasi.
    5. Warna merah maron pada huruf “M” diantara kata CIMBA untuk menyebut “Market” melambangkan keberanian Asosiasi menghadapi tantangan tersendiri pada pasar modal yang penuh dinamika.
    6. Warna merah marun pada dua garis tegas yang mengapit nama Asosiasi memberi makna bahwa Asosiasi bersama anggotanya mempunyai semangat dan motivasi untuk menerbarkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya bagi masyarakat pengguna.
    7. Warna merah maron atau merah manggis merupakan campuran dari warna merah (hasrat, kerja keras dalam mencapai tujuan) dan hitam (netral, perlindungan). Kesatuan warna menarik ini memberi makna kedinamisan bagi kelangsungan hidup Asosiasi maupun stateholder-nya dengan perkembangan global.

     

    Penggunaan Logo

    1. Logo atau lambang Asosiasi digunakan pada setiap atribut-atribut Asosiasi.
    2. Penggunaan atribut sesuai ayat (1) harus seragam bentuk, warna, ukuran dan simbol-simbolnya diseluruh tingkatan Asosiasi.
    3. AAPIP berhak melindungi kepentingannya atas merek-merek dagangnya (brand) untuk memastikan reputasi baiknya tidak dinodai dengan penggunaan yang tidak patut atas merek-merek yang dimilikinya.
    4. Badan Perwakilan Wilayah/Daerah Asosiasi berkewajiban untuk menggunakan logo dan nama AAPIP dalam seluruh aktivitasnya dan Asosiasi dengan ini mengesahkan tindakan tersebut.
    5. Agar tidak terjadi ambiguasi, logo dengan nama Asosiasi penggunaan Logo harus disampaikan untuk pemberitahuan, terlebih dahulu kepada Asosiasi.
    6. Penggunaan secara komersial nama, logo AAPIP harus tunduk di bawah pasal-pasal perjanjian terpisah mengenai merek dagang antara kedua belah pihak.
    7. AAPIP memberikan penggunaan gratis logonya kepada setiap media digital, termasuk dan tidak terbatas pada situs web, media sosial dan networking pages, blogs, dan lainnya selama dua kondisi berikut ini terpenuhi:

    a.  Logo harus menunjuk ke AAPIP homepage: http://cimbaindonesia.com    

    b.  Logo tidak boleh digunakan dengan cara apapun yang menyatakan atau  menyiratkan keanggotaan di AAPIP untuk setiap individu atau organisasi.

    Indentitas

    Makna logo AAPIP:

    1. Kata “CIMBA” untuk menyebut istilah dalam Bahasa Inggris “Certified Investment Market and Banking 
      Analyst” 
      dengan huruf kokoh bercetak miring, digunakan untuk menegaskan kekokohan dan berkepribadian Sertifikasi Analis Profesional ini.
    2. Kata ”Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan” yang berada di antara dua garis tegas menjelaskan bahwa logo di atas merupakan milik AAPIP.
    3. Penggunaan simbol R dalam lingkaran kecil disamping kata CIMBA “®” menjelaskan bahwa produk jasa Asosiasi sudah memperoleh registrasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    4. Warna hitam pada tulisan ”Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan” dan kata CIMBA selain huruf “M” melambangkan kejelasan, ketegasan dan wibawa Asosiasi untuk mewadahi tiga bidang ilmu keuangan bagi setiap pemilik Sertifikasi.
    5. Warna merah maron pada huruf “M” diantara kata CIMBA untuk menyebut “Market” melambangkan keberanian Asosiasi menghadapi tantangan tersendiri pada pasar modal yang penuh dinamika.
    6. Warna merah marun pada dua garis tegas yang mengapit nama Asosiasi memberi makna bahwa Asosiasi bersama anggotanya mempunyai semangat dan motivasi untuk menerbarkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya bagi masyarakat pengguna.
    7. Warna merah maron atau merah manggis merupakan campuran dari warna merah (hasrat, kerja keras dalam mencapai tujuan) dan hitam (netral, perlindungan). Kesatuan warna menarik ini memberi makna kedinamisan bagi kelangsungan hidup Asosiasi maupun stateholder-nya dengan perkembangan global.

     

    Penggunaan Logo

    1. Logo atau lambang Asosiasi digunakan pada setiap atribut-atribut Asosiasi.
    2. Penggunaan atribut sesuai ayat (1) harus seragam bentuk, warna, ukuran dan simbol-simbolnya diseluruh tingkatan Asosiasi.
    3. AAPIP berhak melindungi kepentingannya atas merek-merek dagangnya (brand) untuk memastikan reputasi baiknya tidak dinodai dengan penggunaan yang tidak patut atas merek-merek yang dimilikinya.
    4. Badan Perwakilan Wilayah/Daerah Asosiasi berkewajiban untuk menggunakan logo dan nama AAPIP dalam seluruh aktivitasnya dan Asosiasi dengan ini mengesahkan tindakan tersebut.
    5. Agar tidak terjadi ambiguasi, logo dengan nama Asosiasi penggunaan Logo harus disampaikan untuk pemberitahuan, terlebih dahulu kepada Asosiasi.
    6. Penggunaan secara komersial nama, logo AAPIP harus tunduk di bawah pasal-pasal perjanjian terpisah mengenai merek dagang antara kedua belah pihak.
    7. AAPIP memberikan penggunaan gratis logonya kepada setiap media digital, termasuk dan tidak terbatas pada situs web, media sosial dan networking pages, blogs, dan lainnya selama dua kondisi berikut ini terpenuhi:

    a.  Logo harus menunjuk ke AAPIP homepage: http://cimbaindonesia.com    

    b.  Logo tidak boleh digunakan dengan cara apapun yang menyatakan atau  menyiratkan keanggotaan di AAPIP untuk setiap individu atau organisasi.

    Gagasan

    Permintaan sumber daya manusia yang selalu tumbuh di era persaingan global dipastikan memiliki relevansi atas skill dan performance setiap individu. Persaingan tenaga kerja yang semakin ketat, secara alami menciptakan kompetisi profesi untuk mampu survive menghadapi tuntutan kompetensi dunia kerja.

     

    Kondisi ini tentunya, menjadi warning bagi institusi pendidikan tinggi untuk mampu mempertahankan eksistabilitasnya sebagai sumber dari tenaga kerja tersebut. Tolak ukur kualitas secara sederhana dapat diukur dari sarjana yang dihasilkan, apakah mampu bersaing di dunia kerja atau malah menjadi pengangguran terdidik.

     

    Pengembangan SDM bukanlah masalah sederhana, tapi memerlukan waktu yang panjang. Perguruan tinggi di Indonesia secara umum menghadapi problema relevansi dan mutu yang belum menggembirakan atas kebutuhkan dunia kerja. Pesatnya pertumbuhan perguruan tinggi di Indonesia masih belum sebanding dengan output maupun kualitasnya. Pendidikan tinggi belum mampu melahirkan enterpreneur dengan orientasi job creating dan kemandirian.

     

    Fakta Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2013 menunjukan jumlah wirausaha di Indonesia hanya 570.339 orang dan jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 121,2 juta. Penduduk bekerja dengan pendidikan universitas hanya sebanyak 7,9 juta orang dan pendidikan diploma sebanyak 3,2 juta orang dari jumlah penduduk sebanyak 237,64 juta.

     

    Data Bank Indonesia dari tahun ke tahun menunjukan permintaan domestik tetap menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, ekspor dan impor serta investasi.

     

    Untuk itu diperlukan standarisasi kompetensi. Standarisasi kompetensi menjadi semakin penting pada era bisnis global, bisnis yang bisa berlangsung antar negara. Tenaga kerja asing dari berbagai bidang pekerjaan dapat bebas masuk ke Indonesia dan menjalankan praktik usaha. Persaingan tidak lagi terjadi hanya antar individu atau antar organisasi dan perusahaan, tetapi sudah antar negara.

     

    Hal ini menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia, utama bagi Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan untuk membina sumber daya manusia yang berkualitas, jika tidak ingin pasar lapangan kerja di bidang pasar modal, investasi dan perbankan dalam negeri, diserbu tenaga asing.

     

    Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan ini lahir atas dasar tanggung jawab kemasyarakatan untuk mengembangan sumber daya manusia Indonesia khususnya para pelaku pasar modal, investasi dan perbankan untuk dapat berperanan aktif sebagai penggerak, pelopor pembangunan ekonomi sesuai dengan arah serta tujuan Pembangunan Nasional. (CTeam)

     

    Andakah Analis Itu?

     

     

    Peran Analis begitu vital dalam perusahaan di sektor pasar modal, investasi dan perbankan. Analis tidak sekadar membuat riset secara mendalam yang menjadi dasar para investor melakukan transaksi. Mereka juga harus menganalisis prospek sektor industri tertentu atau menganalisis kondisi fundamental sebuah perusahaan sebelum menerbitkaan rekomendasi untuk para investornya.

     

    Untuk bisa menjadi seorang Analis tidaklah mudah. Selain harus paham seluk-beluk soal perekonomian dan keuangan, Analis dituntut tahu luar dalam kondisi pasar, baik di pasar lokal maupun regional bahkan global.

     

    Namun bekerja sebagai Analis merupakan tantangan yang menyenangkan. Setiap waktu ada saja hal baru seputar perkembangan pasar. Tugasnya terbilang kompleks yang membutuhkan keterampilan dan keahlian tingkat tinggi serta dituntut mengasah kemampuan.

     

    Permintaan yang tinggi atas Analis tidak sebanding dengan jumlah Analis yang tersedia. Fenomena ini kerap memunculkan perpindahan Analis antar perusahaan, karena alasan tersendiri maupun terjadi ‘pembajakan’ pada Analis tersebut.

     

    Minimnya jumlah Analis menjadi tantangan bagi Asosiasi Analis Pasar Investasi dan Perbankan. Melalui peningkatkan edukasi yang berkesinambungan, Asosiasi dapat menjembatani tercapai standar kompetensi yang memiliki daya saing bagi Analis dan calon Analis di Indonesia.

     

    Meniti karier sebagai Analis handal pastinya berkorelasi dengan karir dan pendapatan yang tinggi. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan setiap sekuritas punya tenaga Analis. 

     

    Siapa ingin jadi Analis? (CTeam)

    Members CIMBA

    Testimoni

    Galeri Foto TUK CIMBA Medan